mlhmch

oleh Br. Leonardo Goncalves, 
tim medis PT Masa Cipta Husada


Leonardo gambarHemodialisis
(cuci darah) adalah suatu proses mengeluarkan racun dan zat zat lain dari tubuh penderita gagal ginjal dengan bantuan proses hemodialisis yang seharusnya dikeluarkan oleh ginjal  melalui urine.

Untuk mengeluarkan racun dan zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh dari penderita gagal ginjal membutuhkan suatu akses vaskuler yaitu tempat keluar masuknya darah  dari tubuh ke dialiser (ginjal buatan) dan mesin hemodialisis dan darah yang sudah bersih dikembalikan lagi ke tubuh pasien.
Dengan adanya Akses vaskular memungkinkan darah mengalir dalam jumlah besar dan terus menerus kedalam mesin selama proses hemodialisis berlangsung.

Ada dua macam akses vaskuler :

1.  Akses vaskuler jangka panjang ( Permanen )
2.  Akses vaskuler jangka pendek ( Temporer )



Akses vaskuler dibuat oleh ahli bedah vaskuler dengan penyambungan arteri dan  vena yang membuat  darah mengalir dalam jumlah besar dan terus menerus ke dalam mesin selama proses hemodialisis berlangsung karena pada pembuluh darah vena normal tidak mungkin hal ini terjadi karena pembuluh darah akan kolaps pada saat darah ditarik melalui mesin.

 Ada tiga tipe akses vaskuler yang dapat dipakai jangka panjang untuk tindakan HD yaitu:
  1. Arteriovenous Fistula /AV Fistula
  2. Arteriovenous Graft / AV Graft
  3. Catheter Double Lumen ( CDL )


gambar leo 1Pertama kali dilakukan pada tahun 1966 oleh , oleh Brescia Cimino and Appel dengan cara menyambungkan pembuluh darah arterial dan pembuluh darah venous melalui lubang yang dibuat secara pembedahan. Koneksi antara vena dan arteri terjadi di bawah kulit pasien.

Tujuan penyambungan ini adalah untuk meningkatkan aliran darah venous pasien, sehingga aliran tersebut mampu dipakai untuk mengalirkan darah pada saat tindakan hemodialisis atau cuci darah. Peningkatan aliran darah dan tekanan pada vena secara bertahap juga akan memperbesar dan mempertebal dinding vena, inilah yang disebut dengan arterialisasi dinding vena.









AV Grafts
 
Akses vaskuler permanen yang dibuat dengan cara menghubungkan pembuluh darah arteri dan vena dengan menggunakan tambahan pembuluh darah dari sebuah tube sintetik yang ditanamkan melalui pembedahan. Tube bisa terbuat dari bahan sintetik politetrafluoroethylene atau biologik bovine graf (heterograf), autograf atau homograf. AV graft  dibuat apabila av fistula sudah tidak dimungkinkan lagi.
Ada dua jenis pemasangan AV Graft :

  1. Straight Graf (Lurus), dengan cara menghubungkan arteri radialis di pergelangan tangan dengan Vena Basilika di lipatan siku
  2. Loop atau Curve Graf (Lengkung), dengan cara menghubungkan arteri brakhialis dengan vena brakhialis di bagian lengan atas atau arteri brakhialis dengan vena aksilaris


AV Shunt Scribner /Shunt External
 
Shunt Scribner dibuat dengan memasang selang silastic dengan ujung teflon yang sesuai ke dalam arteri radialis dan vena sefalika pada pergelangan tangan atau ke dalam arteri tibialis posterior dan vena saphenousus pada pergelangan kaki.
Bila shunt ingin digunakan, maka selang silastic dihubungkan secara langsung dengan selang darah dan mesin hemodialisis, jika tidak digunakan maka selang dihubungkan dengan konektor teflon. AV Shunt Scribner sudah jarang dipakai karena dapat menyebabkan pembekuan, mudah tercabut dan perdarahan.

Catheter double lumen/CDL

CDL adalah sebuah alat yang terbuat dari bahan plastik mempunyai 2 cabang, selang merah (arteri) untuk keluarnya darah dari tubuh ke mesin dan selang biru (vena) untuk masuknya darah dari mesin ke tubuh.
Ada dua jenis catheter double lumen (CDL) :


  • Kateter non cuff atau non tunnelgambar leo 2
Kateter ini termasuk kedalam tipe pemakaian yang jangka pendek atau sementara, sampai terbentuknya akses yang permanen.
Kateter ini memiliki satu ujung dua lumen tanpa cuff dan diinsersikan langsung ke dalam vena kava pasien. Satu lumen disebut sebagai lumen arterial yang akan dihubungkan dengan arterial blood line (ada tanda warna merah) dan satu lumen disebut sebagai lumen venous yang akan dihubungkan dengan venous blood line (ada tanda warna biru).












  •      Kateter tunnel cuffgambar leo 3
Kateter ini digunakan dalam waktu jangka panjang, memiliki satu ujung dengan dua lumen dan memiliki cuff. Catheter diinsersikan kedalam venous dengan exit site di tempat yang berbeda. sebagian kateter yang ditanamkan di bawah kulit pasien yang disebut sebagai tunnel.














Sumber :

  1. Jurnal Anang Ma’ruf. 2018 Perawatan Akses Vaskuler Hemodialisis. Hemodialisis Rsud Ibnu Sina Kab Gresik
  2. Edi Prasetyo dan Niko Azhari Hidayat. 2017. Fact dan FAQ AV Shunt. Surabaya 2017

<<<< Kembali ke Menu Sebelumnya

© 2017 PT Masa Cipta Husada. All rights reserved